Resep Pempek ala Jepang

Membuat pempek di Jepang adalah tantangan tersendiri. Ikan yang sering digunakan oleh Ayah saya kalau membuat pempek tentunya tak tersedia di Jepang yakni Ikan Gabus atau Ikan Tenggiri. Walhasil mencari-cari yang tekstur rasanya mirip. Akhirnya berjumpalah dengan ikan Sawara. Berikut saya bagi resepnya:

Bahan:

  • Ikan sawara 100 gr
  • Tepung kanji 100 gr
  • Minyak goreng 3 sdm

Air (50 cc) –> garam setengah sendok teh dilarutkan

Cara membuat:
1. blender ikan sampai halus
2. campur ikan dengan air garam, aduk rata
3. masukkan minyak goreng (kalau pakai ikan tenggiri), aduk rata
4. masukkan tepung, aduk rata
5. diamkan setengah jam
6. taburi talenan dengan sedikit tepung kanji (tipis)
7. bentuk adonan bentuk lenjer di atas talenan
8. panaskan air sampai mendidih
9 rebus hingga mengapung

Cuko

Bahan:

  • Cabai rawit
  • Bawang putih
  • Gula aren (150 gr)
  • Air 500 cc
  • Tongcai

Cara Membuat:
1. Haluskan cabe dan bawang putih
2. Rebus gula aren dg air hingga larut
3. Campur gilingan cabe dan bawang putih serta tongcai
4. Masak hingga mendidih dan agak mengental
5. Dinginkan

p.s* untuk cuko, akan lebih enak jika diendapkan dulu. Biasanya 2 hari ditaruh di kulkas. kemudian disaring. Cuko akan mengental.

Resep Laksan Khas Palembang

Laksan

  • Ikan Sawara 300 gr
  • Tepung kanji 200 gr
  • Minyak goreng 2 sdm air (50 cc)
  • Garam setengah sendok teh dilarutkan

Cara membuat:

  1. Blender ikan sampai halus
  2. Campur ikan dengan air garam, aduk rata
  3. Masukkan minyak goreng , aduk rata
  4. Masukkan tepung, aduk rata
  5. Diamkan setengah jam
  6. Panaskan air sampai mendidih
  7. Bentuk adonan bulat dengan dua buah sendok
  8. Rebus hingga mengapung, sisihkan

Kuah Udang

Bahan:

  • Cabai rawit thailand (sesuai selera pedas yang diinginkan)
  • Bawang putih 6 siung
  • Udang 5 buah, blender halus
  • Air santan 500 cc

Cara membuat:

  1. Haluskan cabe dan bawang putih
  2. Tumis bumbu halus hingga wangi
  3. Campur gilingan udang, masak hingga udang berubah warna
  4. Masukkan air santan, masak hingga mengental
  5. Masukkan laksan yang telah disisihkan sebelumnya. Rebus sebentar.
  6. Siap disajikan

Blog Saya

Mendekati akhir tahun, saatnya mengevaluasi pencapaian di tahun ini. Salah satunya adalah blog saya. Sejak awal harapannya blog ini bisa memberi informasi yang bermanfaat, minimal mengedukasi, syukur-syukur menginspirasi.


Pak suami yang mengenalkan saya ke web untuk memonitor traffic blog saya ini. Saya bisa melihat siapa saja, darimana, membuka artikel apa, dan ke mana saja pengunjung blog saya berkelana (jangan takut, privasi pengunjung tetap terjaga kok).


Salah satu hasil evaluasi yang menarik bagi saya yakni untuk artikel ‘halal traveling’ didominasi oleh pengunjung dari Malaysia. Kebanyakan artikel saya membahas mengenai itinerary di sana, restoran halal, masjid dan beberapa saran lain yang berguna bagi para muslim traveler.


Harapan untuk 2018 semoga makin banyak pengunjung blog saya, khususnya bagi para pelancong dari Indonesia. Yuk dimulai untuk tetap berusaha sekuat tenaga mengusahakan mencari makanan halal di manapun kita berada. Ini hanya sedikit yang bisa saya usahakan untuk membantu bagi sesama muslim traveler. Di bumi belahan manapun, selalu ada tanah terhampar untuk bersujud serta makanan halal, kuncinya itu ada di diri kita sendiri apakah mau berusaha atau tidak.

Why You Need to Visit Kobe?

I am lucky enough for having the opportunity to pursue my studies in Kobe University. Why I could end-up here? Well, you could find it in another article about my scholarship-hunting story. I believe Allah has given me the opportunity which suit me the best. I am a simple-small town girl type. This is the main reason why I fell in love with Jogjakarta. The best part is I also having the opportunity to pursue my studies there.

Kobe is similar with Jogjakarta in my opinion. A small town. Less crowded than the infamous Kyoto and Osaka. Most people knew Kyoto and Osaka but less knew Kobe. Although it is actually only located around 30 minutes from Osaka and 1 hour from Kyoto. That is the best part! Why? Because when the sakura blooming season and peak of autumn has come, you can have a quick break from the crowd by visiting Kobe.  Let me give you 5 points why you should not miss Kobe from your itinerary while you visit Kansai area:

1. Kobe Beef

Maybe you only ever heard about Kobe from its infamous beef product. The wagyu Kobe beef. I am a broke student at that time, of course I could not afford Kobe beef. It equals with quarter of my scholarship for 100 gram savory Kobe beef.  Most people regarded their experience while tasting Kobe beef as unforgettable moments. The meat is melted in your mouth, you could not explain the sensation unless you tried it by yourself. Do not worry! Some restaurants also provide Halal Kobe beef for Moslem traveler.

Continue reading “Why You Need to Visit Kobe?”

Petualangan di Hiroshima

Foto di atas diambil saat musim gugur di Hiroshima. Sungguh cantik karena di temgah kota ditanami banyak pohon yang berubah warna daunnya saat musim gugur tiba. Tahukah bangunan yang ada di foto itu? Bangunan ini sangat berkesan bagi saya karena hal pertama yang teringat jika berbicara tentang Jepang yakni pelajaran sejarah mengenai bom Hiroshima.

Gambar bangunan ini melekat di benak saya sejak kecil. Saat akhirnya bisa melihat dengan langsung bangunan ini, ada rasa senang karena akhirnya gambar yang hanya bisa dilihat di buku sejarah, kini di depan mata saya. Mengunjungi kota Hiroshima sebetulnya tak terbersit di benak. Akan tetapi sangat beruntungnya saya karena kampus saya memiliki program belajar budaya Jepang bagi mahasiswanya. Ada beberapa kota di sekitar Kobe yang dapat dikunjungi. Kita diwajibkan menuliskan laporan hasil kunjungan kita kemudian nanti biaya tranportasi serta akomodasi dapat di-reimburse oleh kampus. Jalna-jalan gratis! Tentu saja saya tak akan menolak.

Tahun ini pilihan saya jatuh pada Hiroshima. Saya menggunakan shinkansen yang tak sampai 1 jam telah membawa saya tiba di Hiroshima. Keluar dari stasiun, sudah disambut dengan suasana kota kecil khas Jepang. Satu hal yang sangat menyenangkan di Hiroshima yakni tak perlu naik kereta. Kali ini transportasi umum yang dipakai ke seluruh sudut kota yakni tram! Wah! menyenangkan mendapat pengalaman baru. Tram-nya terlihat sudah cukup berusia. Seperti ini tramnya:

Continue reading “Petualangan di Hiroshima”

Ujian dalam Islam

(Sebuah catatan dari kajian yang diikuti penulis)

1. Ujian adalah sebuah kepastian

QS 3:186
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.

Hikmah dari ayat di atas:
– Pada ayat di atas disebutkan jenis ujian dan cara mengatasinya. Tujuannya agar kita dapat memetik hikmah dari adanya ujian tersebut.
– ‎Kita mempercayai bahwa segala ujian adalah takdir Allah. Kita lebih bisa menerima ujian tersebut dengan ikhlas. Inilah hikmah kita memiliki Allah, karena bagi yang tidak percaya akan adanya Allah, maka adanya setiap ujian akan membuatnya lebih banyak bertanya-tanya dan berandai-andai jika ujian itu tidak ada.

Ujian dengan kehilangan harta misalnya: mengeluarkan zakat, infaq, dan sadaqah.

Continue reading “Ujian dalam Islam”

Resep Bolu Ketan Hitam

Saya termasuk yang suka baper kalau gagal mengeksekusi resep. Butuh waktu untuk merapihkan puing-puing hati yang retak setelah gagal mengeksekusi sebuah resep (hehehe dramatis ya?). Kalau tentang membuat kue awal nya saya kira akan sangat sulit, jadi saya mencoba dari resep yang paling sederhana dahulu. Di antara beberapa resep yang pernah saya coba, resep bolu kukus adalah satu-satunya yang dijamin anti gagal. Teksturnya pun empuk karena proses memasaknya yang dikukus. Berikut resep modifikasi saya dengan porsi gula yang saya kurangi karena memang saya tak terlalu suka rasa manis.

Bahan:
Telur ayam 3 butir ukuran besar. kalau kecil sekitar 4 butir
Tepung ketan item 250 gr
Tepung terigu serba guna 1 sendok makan
Gula 150 gr
Vanili secukupnya
Minyak goreng 150 ml

cara:
1. telur ayam mixer dengan gula sampai pucat dengan mixer kecepatan tinggi
2. ‎masukkan tepung ketan item dan terigu yg diayak
3. ‎masukan vanili
4. ‎kemudian aduk dengan mixer kecepatan rendah
5. ‎masukkan minyak goreng, aduk pakai spatula hingga tercampur rata
6. ‎kukus di dandang kurang lebih 25 menit (dandang tutupnya diikat handuk biar uap ga netes)
7. ‎jangan diintip2 biar suhu stabil, setelah waktu yg ditentukan baru angkat.

The Best Autumn Spot in Japan

Since I first landed in Japan, Kyoto never been failed to mesmerize me. It always beautiful in every season. Kyoto has well known with its abundant culture in every corner of the city. Once you step your feet in Kyoto, you will feel like the time has turned back several decades. If Kanto area especially Tokyo has jam-pack with tall building, Kyoto offering traditional vibes of old-school Japan.

The best season to enjoy Kyoto is autumn in my opinion. There are so many picturesque landscapes which are ‘instagram-able’ material. One distinctive character of Kyoto landscape is a dense trees in one area. Their park offering colorful autumn foliage. If you pointed your camera to one spot in Kyoto, It will captured more colorful autumn compare to other cities in Japan. Well, unless if you are willing to travel to suburb area, I bet you will find similar landscapes with the one in Kyoto. However, in Kyoto you can find picturesque autumn spot nearby the city center, with a very well accessible public transportation. It is like seeing hand-painting right in front of your eyes. It is too beautiful to be true.

Alas, I just realized this after I move in to Yokohama. The second most crowded city in Japan. I never find similar (not even close) with the magnificent autumn spot in Kyoto. It is still a beautiful autumn scene, however if you ever saw the autumn-color peak in Kyoto then everything will look like a plain landscape. Dare to try? Please visit Kyoto in late November and you will never believe that our mother nature has plenty magnificent color to be offered!