Penghuni Surga

(sebuah catatan dari kajian yang diikuti penulis)

Gambaran tentang surga secara rinci trdapat dalam beberapa surah di Al-Quran antara lain:

A. QS 52:17-24

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,

فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka.

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
(Dikatakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ
Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.

Continue reading “Penghuni Surga”

Kandungan Syahadat

(sebuah catatan dari kajian yang diikuti penulis)

Terdapat beberapa kandungan dari kalimat syahadat, yakni:
A. Ikrar
QS 3:18

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَاُولُوا الۡعِلۡمِ قَآٮِٕمًا ۢ بِالۡقِسۡطِ‌ؕ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُؕ‏ ﴿۱۸﴾

18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu [188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

QS 7:172
وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ ۙ‏ ﴿۱۷۲﴾

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

Continue reading “Kandungan Syahadat”

Merenungi Ciptaan Allah dalam Diri Manusia

Jpeg

(sebuah catatan dari kajian yang diikuti penulis)

Tabi’in : Tafakur adalah cahaya yang masuk ke dalam hatimu

Hasan Al-Basri: Tafakur sejenak lebih baik daripada shalat semalam suntuk tanpa bertafakur

QS 23: 12-14

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

(Bahasa Indonesia)
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

(Bahasa Indonesia)
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

(Bahasa Indonesia)
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.

Continue reading “Merenungi Ciptaan Allah dalam Diri Manusia”

Wanita Penghulu Surga

Jpeg

(sebuah catatan dari kajian yang diikuti penulis)

Khadijah binti Khuwailid. Penghulu: pemimpin

Khadijah dilahirkan tahun 68 sebelum hijrah. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena senantiasa menjaga kesucian dirinya, setelah suaminya meninggal, Khadijah tidak menikah lagi dan sibuk berniaga. Ia adalah seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya.

Pernikahan dengan Rasulullah
– Mahar 20 ekor unta
– Usia Nabi 25 tahun, Khadijah 40 tahun
– Qasim lahir tahun ke-4 pernikahan, meninggal usia 2 tahun
– Zainab lahir saat usia Rasul 30 tahun
– Ruqayyah lahir saat usia Rasul 33 tahun
– Ummu Kultsum lahir
– Fatimah lahir saat usia Rasul 35 tahun
– Zaid bin Haritsah diangkat anak karena keinginan memiliki anak lelaki
– Saat Fatimah berusia 2 tahun, mengajak Ali bin Abi Thalib yang berusia 7 tahun untuk tinggal bersama

Continue reading “Wanita Penghulu Surga”

Sakura 2019

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS Ali Imran:38)

Doa yang memiliki makna sangat dalam khususnya untuk saya. Setiap kali membaca ulang ayat ini pun, pasti membuat tertegun, mengingat kembali perjalanan yang mengiringi doa ini. Doa yang tanpa lelah selalu diulang dalam lirih dan tangis berserah sambil terus menerus merayu Allah. Muhasabah kisah Nabi Zakaria a.s juga turut menjadi penyemangat untuk terus memanjatkan harapan pada-Nya yang rahmat-Nya tanpa batas. Cukup berkata “jadi! maka jadilah”.

Jangan pernah berputus asa dalam berdoa karena jika tak dikabulkan di dunia, tentu Allah sudah menjadikan doa kita tabungan amal di akhirat. Sesungguhnya terkadang bukanlah hidup kita yang senantiasa kekurangan, namun hati kita yang tak pandai bersyukur. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur.

Catatan Personal dari Buku Brain Rules for Baby

Saat mulai usia kehamilan trimester pertama, saya menyadari banyak hal yang menjadi pr untuk saya pelajari terkait mendidik anak. Tentunya selain bekal ruhiah dari Al-Quran dan Hadits, penyeimbangan pola pendidikan berdasarkan pengetahuan dari sudut pandang psikologi anak juga penting untuk dikaji. Satu hal yang menjadi prinsip saya dalam menentukan buku apa yang saya pilih untuk menambah ilmu tentang pendidikan anak yakni saya menginginkan membaca buku yang memberi saya landasan berpikir kritis terlebih dahulu disertai kajian dari sisi scientific. Kenapa? karena saya percaya jika membahas tentang manusia, setiap orang punya karakteristik unik tersendiri, bahkan dalam satu keluarga pun dapat memiliki anak-anak dengan kepribadian yang berbeda meski berasal dari gen orang tua yang sama serta pola asuh dengan lingkungan yang sama. Belum lagi jika berbicara tentang faktor lingkungan yang seiring bertambah dewasanya anak, memiliki andil makin besar dengan perkembangan anak karena makin banyak waktu yang dihabiskan di luar daripada di rumah.

Maka dari itu tidak ada istilah ‘satu cara terbaik untuk mendidik semua anak’ dalam kamus saya. Buku dari John Medina ini menjadi pilihan sebagai buku pertama yang saya baca karena dari awal pun penulis sudah menekankan bahwa dalam buku ini tidak akan menemukan debat kusir mengenai metode terbaik dalam pola asuh anak, melainkan semua argumen akan dikembalikan lagi kepada hasil penelitian mengenai pola perkembangan otak dari publikasi jurnal terkini yang ada. Namun tetap kesimpulan yang didapatpun bukan berarti kita dapat mengatakan secara gamblang bahwa a menyebabkan b (a caused by b) namun a memiliki hubungan dengan b (a linked to b). Tentunya dengan berlandasan bahwa perilaku manusia itu suatu objek yang complicated karena banyak faktor yang mempengaruhi. Jika anda mencari buku yang memberikan landasan berpijak untuk mengkaji secara objektif teori-teori pendidikan anak, serta memberikan gambaran dari sudut pandang sains tentang bagaimana tahap pertumbuhan otak manusia terkait erat dengan pola perilaku manusia sejak ia bayi hingga dewasa, maka buku ini adalah yang anda cari!

Continue reading “Catatan Personal dari Buku Brain Rules for Baby”

最終講義 (Saisyuu Kougi) : The Last Lecture

Minggu ini menemani suami napak tilas ke kampusnya dulu. Kali ini tujuan utamanya menghadiri kuliah terakhir mantan sensei pembimbing saat program Master di Universitas Tohoku. Dalam budaya jepang, hubungan para anggota lab sangatlah erat, sebuah inner (naka) 中 circle. Dimana jepang mengenal konsep inner dan outer (soto) 外 circle. Tak heran hubungan senpai (senior) dan kohai (junior) pun terbangun erat. Saling bantu dalam dan di luar studi (Bahkan teman dan senpai lab suami ada yang datang ke resepsi pernikahan kami di Semarang).

Kuliah terakhir ini dihadiri semua mantan anak didik Sensei sejak awal beliau memimpin lab. Sebuah penghormatan terakhir kepada orang yang berjasa atas salah satu momen penting dalam hidup yakni bekal studi sebelum memasuki dunia kerja. Salah satu keuntungan memiliki sensei yang terkenal di bidangnya yakni akses networking eksklusif karena banyak anak didiknya yang sudah sukses memimpin perusahaan dan juga dana riset yang besar. Sensei sudah seperti Bapak pengganti selama merantau. Teringat kisah suami saat pertama kali jadi mahasiswa exchange yang baru belajar baca huruf hiragana dan katakana, kemudian ditanya hobinya apa oleh sensei. Maksud hati menjawab apa, yang keluar malah 掃除します(souji shimasu) alias bebersih. Tentu semua orang heran, dan akhirnya merespon ‘wah rajin ya’. Akhirnya baru ngeh salah kosakata kemudian. Beliau pula yang mengajarkan cara memegang sumpit yang benar, dan banyak pelajaran kehidupan lainnya.

Continue reading “最終講義 (Saisyuu Kougi) : The Last Lecture”

Kehamilan di Jepang – part 3

Kali ini saya akan menceritakan pemeriksaan kehamilan di minggu ke 13-23 (jadwal pengecekan 4 minggu sekali). Memasuki usia kehamilan ini, janin dianggap sudah menurun resiko kegugurannya sehingga pengecekan tidak sesering minngu-minggu awal. Saat yang tepat pula bagi yang ingin merencanakan babymoon 😉

Berikut beberapa jenis pengecekan yang dilakukan:

  • USG (Transvaginal hingga usia kehamilan 12 minggu, selanjutnya lewat perut)
  • Cek urin rutin (mulai usia kehamilan 13 minggu, mengecek adanya protein dan gula)
  • Tekanan darah
  • Berat badan
  • Edema (Pembengkakan, dicek melalui kaki)
  • Hemoglobin
  • Candida albicans (keputihan) – dilakukan sekali selama periode ini
  • Chlamydia – dilakukan sekali selama periode ini
  • EKG (antara minggu ke 14-15)
Continue reading “Kehamilan di Jepang – part 3”

Kehamilan di Jepang – part 2

Buku laporan hasil pengecekan kesehatan ibu dan anak di Jepang

Catatan ini saya tulis untuk berbagi pengalaman mengenai fasilitas kesehatan yang saya dapatkan saat menjalani kehamilan di Jepang. Suatu harapan juga terselip agar kelak nantinya sistem kesehatan di Jepang dapat pula diaplikasikan di Indonesia karena fasilitas kesehatan yang memadai sejatinya adalah hak dasar manusia.

Ceritanya akan saya bagi ke dalam beberapa bagian agar lebih gampang dipahami. Bagian pertama yakni mulai periode awal kehamilan hingga minggu ke 12 kehamilan. Selama periode ini, jadwal pengecekan untuk ibu hamil dilakukan sebanyak 2 minggu sekali. Selama periode ini, sudah ada SOP yang diberikan oleh kantor kecamatan setempat agar dapat menggunakan fasilitas subsidi dana pengecekan kehamilan dan juga biaya kelahiran. Cerita lengkapnya mengenai SOP ini bisa dibaca di sini.

Pemilihan rumah sakit bersalin dilakukan berdasarkan 2 kriteria utama. Yakni adanya dokter wanita dan juga ketersediaan makanan halal (saya jelaskan mengenai preferensi untuk menu seafood, tanpa sake dan mirin). Alhamdulillah terdapat rumah sakit berjarak 15 menit jalan kaki dari rumah saya yang mampu memenuhi kedua kriteria tersebut. Setelah memastikan kedua kriteria tersebut dapat dipenuhi, dimulailah perjalanan kehamilan di rumah sakit Jepang. Saat datang pertama kali ke klinik, langsung dilakukan uji darah dan urin lengkap. Selengkapnya jenis pengecekan yang saya lakukan yakni:

Continue reading “Kehamilan di Jepang – part 2”

Kehamilan di Jepang – part 1

Lambang di gantungan kunci yang dimiliki oleh ibu hamil di Jepang

Artikel ini adalah artikel pengantar sebelum beberapa artikel mendetail berikutnya yang akan saya tulis di blog mengenai kehamilan di Jepang. Beberapa pertimbangan umum yang saya ambil hingga akhirnya memutuskan untuk melahirkan di Jepang. Meski sebenarnya bayang-bayang banyaknya dayang-dayang yang akan membantu jika semisalnya persalinan saya lakukan di Indonesia sangatlah menggoda iman XD hahaha..

Beberapa poin akan saya jabarkan secara singkat dan mengenai detailnya akan saya tulis di artikel berikutnya.

Continue reading “Kehamilan di Jepang – part 1”