Sakit di Perantauan

buku catatan obat selama sakit di Jepang

“Kan enak di Jepang, anggap aja honeymoon terus.” Well, rumput tetangga memang “terlihat” lebih hijau. Tapi ga selamanya kisahnya indah.

Dua hari lalu tiba-tiba berdua suami pas bangun pagi, sendi tulang ngilu semua. Kaya habis dikeroyok (ga pernah sih tapi anggep aja mirip). Gerak perlahan banget krn ngapa2in langsung ngilu. Jalan kaki lah kaya oma opa saking pelannya ke dokter. Suhu lagi drop ke 5 derajat. Jalan 20 menit perjalanan. Ga ada gojek soalnya :p taksi mahal ga sanggup bayar. Haha.

Pulang dari dokter baru sadar belum masak. Padahal minum obat sehabis makan sarannya. Ga ada makanan halal dijual sekitar rumah. Akhirnya dengan tenaga tersisa terseok-seok masak. Ga ada go food :p yah itulah resiko jauh dari orang tua dan saudara. Ga ada pilihan kecuali mandiri. Nangis-nangisnya mah udah dulu jaman awal ke jepang terus sakit. Betul-betul terasa bahwa silahturahmi itu penting karena ada saatnya kita ga bisa mengandalkan diri sendiri, saat sakit misalnya. Tentunya jika ada keluarga ataupun tetangga yang perhatian, akan sangat terbantu. Sekarang mungkin mendingan ada suami. Cuma semoga lain kali sakitnya ga barengan ya pak suami ^-^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.